HEADLINES :

Review Album Boomerang Harmonis Tidak Seragam (2014)

#‎Harmonis Tidak Seragam 2014‬
LensaMusik.com – Cadas !! begitu Kesan pertama saya [penulis] ketika menyimak album terbaru Boomerang [2014] yang berjudul “Harmonis Tak Seragam” untuk pertama kalinya. Album yang secara resmi telah di rilis tepat pada 1 Juni 2014 oleh RMV [Rajawali Megah Vision] ini berisi 14 materi lagu baru yang di garap dengan warna musik dan sound yang agak berbeda dengan album-album Boomerang sebelumnya, Bunyi distorsi yang sangat tebal di balut oleh sound drum yang lebar keliatan mendominasi hasil akhir audio dari musik yang di munculkan oleh para personil Boomerang di album ini sehingga sebagai group lawas yang masih eksis sampai saat ini Boomerang terlihat sangat update dengan perkembangan sound musik rock yang terus berkembang pesat di dunia. Boomerang saat ini di perkuat oleh Hubert Henry Limahelu [Bass & back vocal], Faried Badjeber [Drum], Tommy Maranua [Guitar] dan vokalis anyarnya Andi Babas.

Album yang rmixing dan masteringnya dip roses di studio Gerilyaone oleh Tommy Maranua sendiri memuat banyak tema dan pesan di setiap lagu – lagunya. Ada tema tentang peduli lingkungan, tema sosial, politik, ketidakadilan, korupsi, kemisikinan sampai dengan ada juga sebuah lagu berjudul “Boomers Indonesia” yang mengangkat tema rasa terima kasih Boomerang terhadap aktifitas, kreativitas dan loyalitas para Boomers / fans Boomerang yang tersebar di seluruh tanah air. Boomerang membuka track pertama / 1 di album Harmonis Tak seragam ini dengan sebuah lagu berirama rock khas Boomerang yang berjudul “Pin Pin Bo / Pintar Pintar Bodo”. Lagu yang mengangkat tema tentang pengamat politik yang hanya bisa memperkeruh suasana politik dengan opini – opini nya.

Memasuki lagu berikutnya, para Boomers pasti sangat gembira karena lagu yang ada di track kedua / 2 adalah lagu berjudul “Boomers Indonesia” yang di dedikasikan oleh Boomerang untuk para fans nya. Lagu yang masih bernuansa rock kental ini nampaknya bakal menjadi anthem hubungan antar Boomerang dan para Boomers ke depannya. Memasuki Track ketiga / 3 Boomerang mempersembahkan lagu berjudul “Headphones”, sebuah lagu rock dengan beat medium yang nampaknya sangat memberikan ruang leluasa untuk Andi Babas sang vokalis memaksimalkan warna vokal Grunge nya. Yup, kehadiran Andi Babas yang karakter vokalnya cenderung mengarah ke genre Grunge ini memang menjadi sebuah kelebihan tersendiri di album Boomerang ini.

Selanjutnya Boomerang masih belum member nafas pada para pendengar album ini dengan memberikan Tiga lagu yang tetap mempertunjukan beratnya sound distorsi yang mereka usung pada lagu “Berandal Tua Berdasi Kupu Kupu” [Track 4] dan “Ekologi” [Track 5] dan “Biarkan” [Track 6] bahkan di lagu berjudul Ekologi dan Biarkan ada warna distorsi seperti group asal Amerika “Korn” yang ikut memberi warna suram di lagu Ekologi yang bertema kan ajakan buat para manusia generasi muda untuk ikut peduli melestarikan lingkungan hidup plus ada riff – riff suara keyboard yang juga suram namun futuristik di lagu berjudul Biarkan. Seluruh warna music dan aransemen di tiga lagu Boomerang pada track 4, 5, dan 6 ini nampak sangat mencerminkan betapa para personil Boomerang sudah sangat matang dalam menggarap album rock yang berkelas

Lanjut ke Track ketujuh / 7 ada yang menarik perhatian saya [penulis] yaitu lagu yang berjudul “Kota Ku”, kenapa demikian ? karena lagu yang bertemakan kenangan tersebut sangat bernafaskan Blues namun di mainkan tetap dengan gaya musikal para personil Boomerang dengan tetap juga mempertahankan karakter Grunge yang di miliki vokalisnya. Berikutnya ada 4 lagu yang mengangkat tema – tema ringan seperti cinta, kehidupan sehari – hari dan kecintaan mereka dengan motor tua yang mereka beri judul “Hilang” [Track 8], “Motor Tua” [Track 9], “Segelas Kopi” [Track 10] dan “Buaikan Aku” [Track 11] namun begitu Boomerang tidak sedikitipun mengendorkan sound dan aransemen rock alternative ala Boomerang di keempat lagu tersebut. Sebelum kita menelusuri ke lagu berikutnya nampaknya kita harus member kredit poin tinggi buat permainan keren dari gitaris Boomerang, Tommy Maranua yang bermain sangat maksimal di album ini setelah agak bermain malu – malu di album sebelumnya yang bertitle “Reboisasi”.

Memasuki ke track berikutnya, tensi tinggi kembali di munculkan oleh para personil Boomerang di dua lagu berjudul “System 86” [Track 12] dan “Jubah Hitam” [Track 13]. Kedua lagu yang berisikan kritik sosial buat oknum – oknum ketidakadilan ini semakin meyakinkan kita semua bahwa Boomerang yang sekarang adalah Boomerang yang memainkan musik modern rock dengan sound yang sangat tebal, berat dan lebar namun tetap dengan gaya Boomerang yang seperti para Boomers kenal selama ini. Sebagai pamungkas di Track 14 Boomerang mempersembahkan sebuah lagu pelan dan nampaknya ini adalah satu – satunya lagu pelan di album ini berjudul “Tetapkan Hati Mu” yang dijadikan sebagai single pertama dari album Harmonis Tidak Seragam Ini. Lagu Cinta keren yang di jadikan lokomotif dari lagu – lagu Boomerang lainnya di album ini nampaknya bisa membuat banyak orang salah kira karena kalau lagu Tetapkanlah Hati Mu di putar di berbagai media [Radio, TV etc] sebagai single gacoan Boomerang di album paling anyar ini para penikmat musik rock bisa mengira bahwa musik Boomerang sudah mulai easy listening alias tidak cadas lagi. Padahal bagi mereka yang sudah mendengarkan seluruh materi lagu di album ini pasti akan sependapat dengan saya bahwa album terbaru Boomerang ini adalah album rock yang Cadas dan Berkelas !! @fransiscus_eko

Sources : BOOMERANGKU

Sebagai bahan "REVIEW" beberapa single dari Album Boomerang Disharmoni Tidak Seragam (2014) yang ada dibawa ini Admin tidak menyertakan link downloadnya, tetapi jika sobat ingin link downloadnya silahkan sobat berkomentar di kotak komentar yang sudah tersedia dengan mencantumkan email sobat.
















NB : Belilah Produk Aslinya sebagai bentuk dukungan sobat sebagai penikmat music rock.

Salam Boomers Rock On

Boomerang Persembahkan Album Harmonis Tidak Seragam

Kabar gembira....buat sobat Boomers Senusantara.....
Boomerang kembali menghasilkan karya terbarunya lewat album yang yang bertajuk "HARMONI TIDAK SERAGAM" yang diambil dari syair lagu marsnya para Boomers. Mereka merilis album tersebut tepat pada tanggal 1 Juni 2014 yang berisikan 14 lagu dan diperuntukan buat seluruh Boomers Nusantara dan pengemarnya.

Sejak Boomerang dibentuk dua dekade lalu, "HARMONI TIDAK SERAGAM" merupakan album yang ke-10 yang sudah diluncurkan sejak terbentuknya band asal Surabaya ini. Setelah Album Reboisasi pada tahun 2012, Boomerang kembali merekam 14 lagu terbarunya dengan formasi : Hubert Henry Limahelu (Bass, Backing Vocal), Faried Badjeber (Drum), Tommy Maranua (Gitar), Andi Babas (Vokal).
Rencananya Album ini bakal dirilis secara nasional akhir bulan Juni 2014 yang didistribusikan lewat RMV records. 

Album ini diproduseri Boomerang sendiri dengan mengandalkan single "Tetapkan Hatimu". adapun lagu dengan judul "Boomers Indonesia" mereka dedikasikan untuk penggemar setianya yakni Boomers Indonesia yang menyisipkan pesan damai bagi para seluruh Boomers Senusantara.

Penggarapan album ini, dikerjakan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet, masing - masing personel tidak menemukan kendala yang serius. proses pencitaan lagu dan lirik, aransemen, mixing, recording hingga finishing tetap bisa diselesaikan tepat waktu. Boomerang dijadwalkan akan memeriahkan panggung utama konser musik 31 hari nonstop "Shout The Spirit Within" Jakarta Fair 2014 pada 24 Juni mendatang.

"SALAM BOOMERS ROCK ON"

Link Download Mp3 Boomerang Album Reboisasi

Selamat pagi sobat sekalian, Salam Rockers...

Pada kesempatan pagi ini admin kembali membuat artikel Link Download Boomerang Album Reboisasi. Artikel ini di terbitkan untuk menjawab beberapa pertanyaan dari sobat BRO "kok link download mp3 album Boomerang-Reboisasi belum disertakan". Sebelumnya admin mohon maaf jika link tersebut belum admin sertakan, itu dikarenakan agar sobat sekalian dapat membeli CD album Boomerang-Reboisasi yang sudah beredar di pasaran.
Dan ini admin lakukan atas ungkapan rasa terima kasih terhadap BOOMERANG sebagai band favorit admin yang tetap berdiri berkarya untuk memuaskan dahaga kami sebagai pencinta music rock BOOMERANG, admin berharap dengan diluncurkannya album ini Boomerang kembali meluncurkan album selanjutnya setelah album ini.

Dari 8 single di album Reboisasi yaitu : Nol, Dalam Hening, Tetap Berdiri, Menggapai Harapan, Embun Pagi, And The Story Begins, Tertawa Lepas, dan Buang Raguku, admin baru menyertakan 1 link yaitu Embun Pagi, silahkan sobat download Disini. Admin merasa itu sudah cukup tuk sementara waktu sampai batas yang belum ditentukan oleh admin.

Bukan hanya pada album Boomerang-reboisasi saja, masih banyak link download mp3 band lainnya yang belum admin sertakan dan masih belum lengkap untuk disertakan, sebab admin berharap agar sobat sekalian bisa membeli dan memiliki kaset tersebut sebagai ungkapan dukungan sobat bagi band-band rock yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sekali lagi admin mohon maaf atas ketidak nyamanan sobat sekalian. Terima kasih atas pengertian sobat sekalian

"BRAVO BOOMERANG" & "BRAVO BOOMERS ROCK ON (BRO)"

SALAM ROCKERS

Boomerang Dan Album Reboisasi

Boomerang (Foto: Lionindra Harviana)

Jakarta - Ada dua hal krusial yang akhirnya membuat Boomerang kembali berkarya lewat album Reboisasi rilisan RMV Records, album pertama mereka sejak Suara Jalanan bersama formasi lawas tiga tahun silam.

Pertama, seperti artis besar kebanyakan, dorongan dari para penggemar loyal Boomerang yang biasa disebut Boomers. Mulai dari pesan via SMS atau Facebook sampai datang langsung ke rumah para personel dilakukan oleh Boomers agar idola mereka menelurkan karya segar. “Boomers-nya masih ada, Boomerang ke mana?,” ujar bassist yang kini merangkap sebagai vokalis, Hubert Henry Limahelu, menirukan pertanyaan salah satu penggemar Boomerang.

Namun yang mengejutkan adalah hal krusial kedua, yaitu pertanyaan seorang anak TK yang menurut Henry sangat menohok dirinya. “Kok nggak pernah konser lagi?,” tanya anak tersebut yang langsung membuat Henry terkejut bukan kepalang. Pertanyaan itu lantas mendorong Henry untuk menghubungi rekan sebandnya, drummer Faried Martien Badjeber, guna mengajaknya mengaktifkan kembali Boomerang

Henry menceritakan, “Itu pertanyaan yang nggak bisa dijawab langsung dan baru bisa terjawab dengan dirilisnya album Reboisasi. Setelah album itu keluar, dia langsung ngomong, ‘Sudah sana, pergi konser!’”

Dirilis pertama kali pada 1 November lalu, Reboisasi merupakan album konsep yang terdiri dari delapan materi namun secara musik dan lirik menyatu dengan durasi total 22 menit. Temanya sendiri berkisah soal perjalanan karier Boomerang sejak memutuskan vakum nyaris dua tahun lalu hingga proses penggarapan album Reboisasi.

Setelah ditinggal vokalis asli Roy Jeconiah dua tahun silam lalu diikuti dengan hengkangnya gitaris Andry Franzzy, Boomerang kini berformat trio dengan tambahan gitaris bernama Tommy Marran, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai gitaris additional pasca keluarnya John Paul Ivan pada pertengahan 2005.

Walau belum lama dirilis, album Reboisasi telah diproduksi sebanyak dua kali dan merupakan salah satu rilisan RMV Records dengan penjualan paling tinggi. Bahkan Faried mengaku sering dimarahi Boomers yang kesulitan mencari album tersebut di daerah mereka. “Kami dikira nggak niat jualan, mereka seringkali kehabisan. Padahal salah satu masalah industri musik Indonesia terberat saat ini adalah distribusi,” kata Faried.

Dan belum lama ini, Rolling Stone berkesempatan untuk mewawancarai ketiga personel Boomerang tentang proses penggarapan album Reboisasi, yang mereka anggap sangat lancar mengalir. Mulai dari desain sampul album hingga keterbatasan yang dirasakan, dibeberkan semua oleh Henry, Faried dan Tommy. Berikut adalah hasilnya.

Album terbaru kalian bertajuk Reboisasi yang artinya penghijauan kembali. Seberapa representatifkah tajuk album tersebut terhadap kondisi Boomerang belakangan ini?
Henry: Album ini bercerita tentang Boomerang sendiri. Kami berusaha jujur, main musik yang jujur sambil mengiringi lirik yang berkisah soal proses menuju album ini. Soal judul Reboisasi sendiri, kami selalu mengibaratkan Boomerang sebagai rumah yang hampir tiga tahun belakangan kami tinggali tanpa ada karya. Alhasil, lahannya jadi nggak terawat. Padahal orang-orang tahu nama saya dan Faried karena Boomerang. Walau kami punya marga sendiri, tapi orang-orang tahu kami sebagai Henry Boomerang atau Faried Boomerang. Kami sangat menghormati Boomerang, sampai berkeluarga pun kami dan bahkan kru bisa hidup dan survive dari band ini. Nah, sekarang kami berusaha menanam kembali pohon-pohon di rumah itu, yang dulu sempat kami eksploitasi habis-habisan (tertawa).
Faried: Menanamnya dengan karya. Reboisasi itu memiliki makna penghijauan namun dengan materi-materi baru Boomerang. Kalau hutan ditanam ulang dengan pohon, kalau band ya dengan karya.

Sampul album Reboisasi menampilkan ilustrasi yang terlihat seperti Henry dan Faried berhadapan dengan mesin waktu dan sesosok pria yang muncul dari mesin waktu tersebut. Apa yang ingin dikatakan lewat desain tersebut? Pengenalan personel baru?
Faried: Sesosok pria bukan menggambarkan manusia secara gamblang, namun spirit Boomerang sekarang. Kami ingin mengatakan bahwa di balik lagu-lagu kami ada sesuatu yang indah. Kami percaya bahwa hal yang bisa membawa kami ke mana-mana adalah lagu, bukan karena Henry ganteng atau gimana. Kami menghormati band-band sekarang, terserah mau boyband atau bukan, karena walau mereka ganteng yang dijual tetap lagu. Saya pribadi sih nggak suka, tapi selera kan urusan masing-masing.

Selama vakum pernah terbersit untuk membubarkan Boomerang?
Henry: Nggak sama sekali, tapi saya membutuhkan waktu untuk merenungkan lagi soal masa depan Boomerang. Bukan hal mudah untuk kembali berdiri. Ingin nyepi dulu di kampung, di tempat tinggal saya di Manado; kebetulan istri saya orang sana. Kembali ke alam demi menenangkan pikiran, supaya bisa dapat materi-materi yang enak. Mungkin kalau tinggal di Jakarta, saya nggak bisa dapat materi.

Namun kalian tetap sering bertemu satu sama lain saat vakum?
Faried: Saya dan Henry tetap bertemu, namun dengan yang lain nggak. Nah, tahap awal pengerjaan album ini terbilang unik karena kami bertiga ada di daerah yang berbeda-beda. Henry di Manado, Tommy di Surabaya dan saya sendiri di Pamulang; band yang personelnya tinggal di satu kota saja susah, gimana yang berbeda-beda begini.
Henry: Konsep album yang baik musik maupun lirik menyatu seperti ini sebenarnya merupakan cita-cita Boomerang sejak lama, namun entah kenapa baru kesampaian saat kami tinggal berdua, plus personel baru. Kami bertiga komunikasi terus lewat Skype untuk membicarakan tema dan konsep, lebih ke bagan sih dengan permulaan dari kata-kata ‘and the story begins’, lalu menentukan kalau lagu pertama membicarakan ini, lagu kedua membicarakan itu dan seterusnya.
Faried: Kami bertiga menganggap album Reboisasi ini hanya terdiri dari satu lagu. Epik-lah.
Henry: Dulu selalu muncul pemikiran-pemikiran yang membuat Boomerang pesimis bahwa album seperti ini tidak akan pernah bisa dirilis.

Pemikiran tersebut datang dari mana? Mantan personel?
Faried: Nggak juga. Kami sering membicarakan konsep album seperti ini, namun mungkin karena dulu terlalu banyak kesibukan jadi lupa begitu saja. Hidup ini kan dari momen yang kadang bisa membuat kita berkembang atau malah mundur.
Henry: Kalau menurut saya mood-nya berbeda, dan itulah salah satu penyebab akhirnya kami bisa membuat album berkonsep seperti ini.

Dari mana ide untuk membuat album konsep muncul?
Henry: Sebenarnya omongan lewat saja, bukan yang benar-benar direncanakan untuk membuat album konsep. Kami memang sering mendengarkan album-album dari Pink Floyd, Yes dan semacamnya; mereka adalah beberapa pengaruh Boomerang walau kami nggak seruwet itu. Hidupnya memang di zaman lagu-lagu seperti itu tren. Kami pun berpikir, ‘Kapan ya bisa membuat album seperti mereka-mereka ini?’

Kalian menyiapkan album Reboisasi melalui komunikasi lewat Skype, eksekusinya bagaimana?
Faried: Rekaman di Surabaya, biar adil saja. Saya di Pamulang, Henry di Manado, jadi pilih yang di tengah, yaitu Surabaya. Saya punya alat, Henry punya alat, kami bawa semua ke tempat teman di Surabaya yang diperkenankan untuk dipakai rekaman. Dengan begitu, Tommy memang nggak keluar biaya pesawat, tapi dia jadi yang mengurus konsumsi (tertawa).
Henry: Rokok, gorengan dan kopi; Tommy semua yang menyiapkan. Harus diakui, album ini memiliki banyak keterbatasan dan pengorbanan. Namun eksekusinya benar-benar lancar, nggak tahu pasti kenapa. Selain semangat karena sudah lama memang nggak pegang alat musik, saya pribadi merasa bahwa Boomerang harus struggle dulu demi menghasilkan Reboisasi. Kalau kami paksakan, ‘Yuk, besok bikin!,’ nggak akan bisa. Memang butuh waktu panjang agar mengerjakannya enak.

Tadi bilang ada keterbatasan saat mengerjakan Reboisasi, dalam bentuk apa saja?
Faried: Banyak banget. Jauh, lalu yang sudah pasti finansial.
Henry: Kami sangat memikirkan finansial, bagaimana mengakali agar tidak terjadi terlalu banyak pengeluaran. Akhirnya kami mengerjakan album ini benar-benar bertiga, nggak ada kru sama sekali. Kami bertiga merangkap pemain musik, kru dan operator saat sesi rekaman. Tetapi di saat itu justru terasa lebih enak, mengalirnya enak, notasi-notasi yang lewat juga enak.
Tommy: Kadang saat Henry take bass, saya dan Faried merokok di luar studio sambil curi-curi dengar. Mau nggak mau dia operate sendiri (tertawa).

Kalian rekaman album Reboisasi ini berapa lama?
Henry: Total satu bulan, tapi vokalnya sendiri hanya dua hari.
Tommy: Kata orang-orang take pertama itu yang terbaik kan, kami membohongi Henry saat ia mau take. Bilangnya untuk guide. Hanya butuh dua hari untuk take vokal.
Henry: Saya sendiri kaget, ‘Ini sudah?’ Mereka jawab, ‘Sudah, ini sih bungkus saja!’ Kemudian hasilnya saya bawa ke Manado untuk evaluasi. Karena ada beberapa yang ingin saya perbaiki, saya pun kembali ke Surabaya untuk take ulang. Namun saat take, Faried dan Tommy bilang feel-nya sudah berbeda.
Faried: Saat itu ia take vokal dengan spirit memperbaiki, lebih bagus yang pertama. Jadi vokal Henry yang ada di dalam album adalah first take semua.
Tommy: Sebenarnya pengerjaan album ini cepat, namun guyonnya saja yang banyak (tertawa).
Faried: Pernah seharusnya jadwal take drum tapi saya malah ke Gresik naik motor. Kangen soalnya, sudah lama nggak ke Surabaya. Sudah ditawarkan adik ipar untuk naik mobil tapi saya nggak mau, memang ingin melintasi jalur motornya (tertawa).
Tommy: Kalau Henry nggak usah ditanya, janjian jam 10 pagi namun dia baru datang jam 3 sore. Pernah tiba-tiba datang naik sepeda. Kalau kecapekan ya sudah, nggak jadi take, guyon saja (tertawa).
Faried: Saya rasa hal-hal itu yang membuat proses pengerjaan album ini ringan dan mengalir, nggak terasa sulitnya.
Tommy: Rumah tempat kami rekaman ya isinya kami bertiga saja saat itu.
Henry: Giliran ada orang datang langsung break. Kami nggak mau orang tahu kalau kami ada di studio itu untuk rekaman album baru Boomerang. Nanti pasti jadi ada masukan-masukan dan kami nggak mau itu. Saya, Faried dan Tommy sudah membicarakan tema dan konsep album ini jauh-jauh hari, itulah yang kami angkat.
Tommy: Banyak orang yang curiga dan bertanya ke saya, ‘Sedang garap apa kalian?’ Saya jawab saja sedang membantu proyek baru Faried (tertawa).

Apa alasan kalian memilih Tommy Marran sebagai gitaris baru Boomerang?
Faried: Seolah-olah gampang bagi Tommy untuk masuk Boomerang, sebetulnya nggak. Bagi kami main band itu keluarga dan Tommy sudah kenal lama dengan kami. Saat John Paul Ivan cabut, Tommy sempat jadi gitaris additional Boomerang. Kami nggak pernah mau audisi, mana pernah kami adakan audisi vokalis atau gitaris?
Tommy: Mereka berdua ini nggak pernah bilang ke saya, ‘Elo bantuin Boomerang ya.’ Henry dan Faried bilangnya, ‘Begitu album ini keluar, elo sudah jadi gitaris Boomerang.’
Faried: Iya, jadi nggak ada pembicaraan seperti, ‘Elo additional ya.’
Henry: Kami nggak terlalu formal sih, rock n roll yang kami usung tidak di-create begitu saja. Asyik-asyik saja, mau main gitar ya main saja, nggak usah terlalu banyak dipikir.

Anda sempat kagok main bass sambil bernyanyi?
Henry: Nggak juga, dari dulu memang bantu bernyanyi soalnya. Bahkan sebelum era Boomerang juga sudah aktif di choir dan nyanyi di kafe dengan band cover.

Prosesnya bagaimana sampai kalian memutuskan agar Henry yang bernyanyi?
Faried: Awalnya, saya santai-santai saja ketika para personel keluar, baik itu John Paul Ivan maupun Roy Jeconiah. Walaupun nggak ada alasan pun saya santai, karena ada kesibukan dengan proyek musik lainnya. Suatu malam, Henry bilang ke saya kalau dia mau pindah ke Manado dan pada saat itu saya sadar, ‘Wah, jancuk. Band ini tinggal saya sendiri dong?’ Besoknya ketemuan dan saya bilang ke Henry kalau Boomerang harus jalan lagi. Dia tanya, ‘Yang nyanyi siapa?’ Saya jawab saja, ‘Saya mau asal Anda yang nyanyi.’ Lalu kami sepakat ajak Tommy untuk main gitar. Jadi terjadi saja karena saya pribadi merasa harus melakukan sesuatu atas nama Boomerang.

Henry: Seiring berjalannya waktu, kami evaluasi saat mengerjakan album Reboisasi, bahwa akan berat dan repot jika kami memakai vokalis baru. Jika melihat pengalaman yang telah dilalui band-band lain, mental menjadi hal terpenting untuk personel baru, bukan kemampuan. Bukan berarti mental tampil di hadapan penonton saja, tetapi juga di bawah panggung. Nggak gampang jadi frontman.

Faried: Saya sendiri mau lanjut asalkan Henry yang bernyanyi karena saya nggak bisa main band dengan sembarang orang, dalam artian saya sudah nyaman main dengan Henry. Meskipun ada musisi jago namun saya nggak kenal dekat dengan dia, saya nggak mau main band dengannya.

Untuk rekaman kalian mengaku lancar, namun saat tampil di atas panggung perlu penyesuaian karena kini Boomerang berformat trio?
Henry: Terkadang ada, tapi toh kami pakai additional.
Faried: Kami kadang pakai additional untuk sequencer, tapi biasanya saya yang main. Yang sering tambahan gitar untuk menebalkan sound.

Bagaimana prosesnya hingga Reboisasi dirilis oleh RMV Records?
Faried: Sebetulnya dari awal kami ingin indie biar lebih bebas, dari sebelum album rampung pun kami sudah terpikir untuk indie.
Henry: Seiring berjalannya waktu, Faried and Tommy bilang kalau RMV mau. Saya kaget, ‘Hah, RMV mau?’
Faried: Kami bertemu dengan orang-orang RMV, tapi bukan untuk menawarkan album Boomerang. Kebetulan ponsel Tommy ada materi baru Boomerang dan orang-orang RMV ternyata suka. Kami memang suka menyodorkan materi ke orang banyak, hanya sebatas minta pendapat saja. Jadi proses sampai kami kontrak dengan RMV bisa dibilang sangat natural. Penggarapan album natural, perilisannya pun natural. Umpamanya Reboisasi drilis indie, yang kerja nantinya hanya kami bertiga plus kru. Namun karena kerja sama dengan RMV, pasukan kami jadi semakin lebar; kasarnya begitu. Kerja kami jadi lebih ringan. Lagipula, selama nggak mengganggu musikal, kami nggak masalah tanda tangan kontrak dengan label rekaman major.

Source : Rolling Stone

Boomerang Album Reboisasi



Boomerang Band cadas asal Surabaya kembali berkarya setelah sekitar setahun setengah vakum dibelantika Music Rock Tanah Air pasca peninggalan Roy (Vokal) dan Andry (Gitar).
Boomerang kembali merilis album terbaru mereka "Reboisasi" dengan Formasi baru yang dipunggawai oleh,Hubert Henry (Bass-Vokal),Farid Martin (Drum) dan Tommy Maranua (Gitar) yang mengantikan Andry Franzzy yang hengkang dari Boomerang.

Tommy sendiri bukanlah orang yang baru bagi Henry dan Farid.Gitaris yang satu ini sempat menjadi additional di Boomerang setelah JPI meninggalkan Boomerang pada pertengahan tahun 2005.

Pada album "Reboisasi" ini Boomerang sepakat untuk memproduksi album ini sendiri dan para porsenil Boomerang bertindak sebagai Produser Music.untuk distribusi dan promosi Boomerang bekerjasama dengan RMV Records.

Pengembangan konsep dalam Album ini sedikit berbeda dengan konsep album yang pada umumnya yaitu didalam ini berisi satu track yang terdiri dari 8 lagu yang dikemas dalam satu lagu yang panjang dengan durasi sekitar 22 menit.dalam album ini mengkisahkan cerita dimulai dari hingga dirilisnya album ini.

Di dalam album "Reboisasi" ini lagu yang pertama bertitel "NOL" cerita yang diangkat mengenai "kekosongan" hidup mereka disaat vakum. Lagu kedua yang bertitel "DALAM HENING" yang menceritakan tentang dimana mereka harus menerima "kekosongan" itu.. Lagu ketiga yang bertitel "TETAP BERDIRI" yang menceritakan bahwa mereka harus tetap berdiri(apa pun yang terjadi mereka harus tetap berkarya).lagu ketiga ini diangkat dari kisah nyata Henry yang mendapat pertanyaan dari sang anak "Pap kenapa nggak pernah konser lagi?nggak pernah nyanyi lagi?nggak pernah main gitar lagi?. Pertanyaan lugu sang anak adalah sebuah tamparan untuk Henry agar tetap berdiri.
Embun Pagi adalah lagu kelima yang menceritakan tentang rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada keluarga mereka dan para "BOOMERS" yang telah mengingatkan bahwa didalam "ketidak nyamanan" mereka ternyata ada kebahagiaan yang dapat mereka nikmati dan ada kesadaran sebagai seniman untuk tetap berkarya.


"BRAVO BOOMERANG"
 
Copyright © 2013. Boomers Rock On - All Rights Reserved | Proudly powered by Blogger | Kumpulan Blogger